SAKIT … SEHAT ???

Yang perlu kita pegang kuat ketika kita sakit, yaitu :

1. Allah yang Menyembuhkan
Banyak manusia yang tidak sadar dan menganggap dokter, tabib atau obat-obatan  yang menyembuhkan pernyakit yang dideritanya. Bahkan sering kita mendengar atau pun kita sendiri tanpa sadar berkata  “Dok, tolong selamatkan nyawa saudara saya” atau, “Dok, sembuhkan saudara saya.”. Penulis kira hal ini dapat merusak aqidah seorang muslim. Dokter atau tabib dan obat hanya perantara. Tidak ada jaminan bahwa dia bisa menyembuhkan. Seharusnya proses ikhtiar berobat tersebut harus dibarengi dengan doa dan keyakinan bahwa Allah-lah yang Maha Menyembuhkan, Maha Kuasa.  ( Berdo’alah dan berusaha )

2. Semua Penyakit Ada Obatnya
Sesungguhnya kenyataan ataupun teori tentang penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena, sejak 15 Abad silam Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah kecuali mati atau tua.

Kita bisa lihat pada firman Alloh SWT, Surat Asy Syu’ara ayat 80: “dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku”.

Lalu…bagaimana caranya agar kita tetap sehat …?

Islam sudah mengatur tentang hidup sehat secara preventif (penjagaan) dan kuratif (pengobatan).

1. Secara Preventif (penjagaan)

Kita sudah diingatkan untuk menjaga perut (makanan). Kita hanya diperbolehkan memakan sesuatu yang halal dan thoyyib  juga tidak berlebihan. Isilah perut kita dengan 1/3 untuk makanan, 1/3 air, 1/3 udara. Dalam Islam juga diterapkan syari’at puasa, baik yang wajib maupun sunnah. Puasa adalah proses detoksifikasi yang ampuh selain merelaksasikan organ-organ dalam tubuh.

2. Secara Kuratif (pengobatan)
Kita dapat memanfaat teknologi kedokteran yang terus berkembang yang telah mampu menemukan banyak hal, terutama terkait diagnosa dengan berbagai system pendukungnya (uji lab, patologi anatomi, dll).

Atau juga kita dapat melakukan pengobatan ala Nabi yang sudah dikenal masyarakat antara lain :
1. Bekam/ Hijamah.
2. Ru’yah.
3. Menggunakan obat-obatan berbahan herbal (tumbuhan).
contohnya :  habbatussauda, madu, zaitun, kurma dan air zam-zam.

Kesimpulan yang dapat kita peroleh adalah …

Apapun penyakitnya kita harus punya kenyakinan HANYA ALLOH SWT yang dapat menyembuhkannya. Namun tidak cukup hanya doa dan keyakinan kepada  Allah saja, tetapi harus dibarengi juga dengan usaha yaitu dengan berusaha, baik melalui dokter, tabib ataupun dengan memilih obat  yang tepat, halal, thoyyib, serta sesuai dengan kaidah agama Islam. “….Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…. ” QS Ar Ra’du ayat 11.

Wallahu a’lam bisshawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s